Siapa Saja yang Perlu Menghindari Makan Kuning Telur?
foto© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO
TELUR sumber protein terjangkau yang kaya akan nutrisi. Selain mengandung asam amino untuk mendukung pembentukan otot, perbaikan jaringan, dan pertumbuhan, kuningnya kaya akan kolin (zat gizi esensial untuk kinerja otak). Dilansir Medical News Today, kuning telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin untuk menjaga penglihatan, serta beragam vitamin (A, D, E, B12, K) dan mineral (selenium, zat besi) yang penting bagi kesehatan tulang, imunitas, dan produksi sel darah merah. Selain itu, kuning telur mengandung lemak sehat, termasuk omega-3. Mengonsumsi telur dapat meningkatkan rasa kenyang untuk membantu pengelolaan berat badan serta memperkuat sistem imun.
Sider – Free ChatGPT Chatbots – Top AI Tools in One Click – The Best AI Sidebar of 2025
sider.ai·Bersponsor
Meskipun demikian, ternyata kuning telur tidak selalu aman untuk dikonsumsi tanpa batas oleh semua orang. Beberapa individu dengan kondisi kesehatan tertentu perlu membatasi atau bahkan menghindarinya untuk mencegah potensi komplikasi.
Baca Juga: Mengurai Kasus Gagal Ginjal pada Anak
Berikut adalah kelompok individu yang disarankan untuk membatasi konsumsi kuning telurnya:
1. Penderita Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung
Melansir Times of India, meskipun konsumsi telur biasa aman bagi kebanyakan orang, individu dengan kadar kolesterol tinggi, riwayat penyakit jantung, atau kondisi bawaan (seperti hiperkolesteremia familial) harus berhati-hati. Kelebihan kolesterol dapat meningkatkan risiko pembentukan plak arteri, yang memicu serangan jantung dan stroke.
Kuning telur mengandung kolesterol tinggi, satu kuning telur besar (17 g) mengandung sekitar 184 miligram kolesterol, seperti dilansir dari Medical News Today.
2. Penderita Diabetes Tipe 2
Penderita diabetes tipe 2 perlu membatasi konsumsi kuning telur karena diet kolesterol yang tinggi dapat memperburuk komplikasi kardiovaskular pada penderita diabetes. Medical News Today juga menyarankan agar orang yang berisiko tinggi infeksi, seperti mereka yang berusia di atas 65 tahun atau memiliki kondisi kekebalan, memasak telur hingga putih dan kuningnya benar-benar matang untuk menghindari infeksi Salmonella.
Baca Juga: Vasektomi dalam Budaya Patriarki: Antara Mitos dan Hukum Agama
3. Penderita Asam Urat
Kuning telur mengandung purin, senyawa yang dipecah menjadi asam urat di dalam tubuh. Kelebihan asam urat dapat memicu serangan asam urat yang menyakitkan. Individu yang rentan terhadap kondisi ini disarankan membatasi makanan kaya purin, termasuk kuning telur.
4. Individu dengan Alergi Telur
Alergi telur tergolong umum, khususnya pada anak-anak. Walaupun putih telur sering menjadi pemicu utama, kuning telur bisa menjadi sebab lainnya. Reaksi alergi ini bervariasi, dari gejala ringan seperti ruam kulit atau gangguan pencernaan, hingga reaksi berat seperti anafilaksis.
5. Individu yang Menggunakan Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat, seperti statin (penurun kolesterol), memerlukan pengelolaan diet yang hati-hati. Times of India menulis pentingnya mengikuti saran medis profesional agar konsumsi kuning telur tidak mengganggu efektivitas obat.
MELIKA AYAZA
SUMBER: Siapa Saja yang Perlu Menghindari Makan Kuning Telur?

