Batuk tak kunjung reda? Bisa jadi 7 makanan ini penyebabnya
ilustrasi orang yang sakit. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Ketika tubuh mengalami batuk, pilek, atau gangguan pernapasan ringan, banyak orang berusaha mempercepat pemulihan dengan mengonsumsi makanan yang dianggap sehat.
Buah-buahan, susu, makanan laut, hingga makanan fermentasi sering dipilih karena dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
Sider – Free ChatGPT Chatbots – The Best AI Sidebar of 2025 – Top AI Tools in One Click
sider.ai·Bersponsor
Namun, pada kondisi tertentu, beberapa makanan bergizi justru dapat memicu respons tubuh yang membuat gejala pernapasan terasa semakin mengganggu.
Hal ini dapat terjadi karena adanya sensitivitas terhadap kandungan tertentu, seperti histamin, zat asam, atau senyawa yang dapat memicu iritasi pada tenggorokan dan saluran napas.
Baca Juga: Surga Kuliner Jawa Timur, Ini 9 Makanan Khas Nganjuk Paling Terkenal dan Legendaris
Dilansir dari NDTV, berikut tujuh makanan sehat yang pada sebagian orang dapat memperburuk batuk, pilek, dan hidung tersumbat.
1. Produk Susu
Susu dan olahannya merupakan sumber nutrisi penting karena mengandung protein, kalsium, vitamin B12, serta berbagai zat yang mendukung kesehatan tubuh.
Meski begitu, sebagian orang merasa produksi lendir meningkat setelah mengonsumsi produk susu ketika sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.
Terutama bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa atau sensitif terhadap protein susu, konsumsi produk ini dapat memicu rasa tidak nyaman seperti tenggorokan terasa penuh, perut kembung, hingga batuk yang semakin mengganggu.
2. Makanan Pedas
Makanan pedas memiliki kandungan capsaicin yang dikenal memberikan manfaat tertentu bagi metabolisme dan memiliki sifat antioksidan.
Namun, ketika tenggorokan sedang mengalami peradangan akibat batuk atau pilek, makanan pedas dapat menjadi pemicu iritasi.
Capsaicin dapat membuat tenggorokan terasa panas, meningkatkan rasa tidak nyaman, serta memicu refleks batuk pada saluran pernapasan yang sedang sensitif.
3. Kerang dan Makanan Laut Tertentu
Kerang dikenal kaya akan mineral seperti seng, selenium, dan yodium yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh.
Akan tetapi, makanan laut jenis ini juga termasuk salah satu pemicu alergi yang cukup umum.
Pada sebagian orang, kerang dapat menyebabkan pelepasan histamin yang berpotensi menimbulkan hidung berair, tenggorokan gatal, pembengkakan, hingga produksi lendir meningkat.
Jika tubuh sedang melawan infeksi, kondisi tersebut dapat membuat gejala pilek terasa lebih berat.
4. Buah Citrus
Jeruk, lemon, dan buah citrus lainnya memang terkenal sebagai sumber vitamin C dan antioksidan.
Namun, kandungan asam yang tinggi dapat membuat tenggorokan yang sedang mengalami iritasi menjadi semakin sensitif.
Bagi orang yang mengalami sakit tenggorokan atau refluks asam, konsumsi buah citrus maupun jusnya dapat memperparah rasa perih, suara serak, dan memicu batuk lebih sering.
5. Telur
Telur merupakan makanan bergizi tinggi yang kaya protein, vitamin D, selenium, vitamin B12, dan kolin.
Meski memiliki banyak manfaat, sebagian orang dapat mengalami rasa kurang nyaman pada tenggorokan atau hidung yang semakin tersumbat setelah mengonsumsinya ketika sedang sakit.
Selain itu, telur yang diolah dengan cara digoreng dapat meningkatkan risiko refluks asam pada orang tertentu, sehingga batuk berkepanjangan bisa terasa semakin parah.
6. Makanan Fermentasi
Makanan fermentasi seperti beberapa produk olahan kedelai atau makanan dengan kandungan probiotik dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Namun, makanan fermentasi juga dapat memiliki kadar histamin yang cukup tinggi.
Pada individu yang sensitif terhadap histamin, makanan ini dapat memicu hidung berair, tekanan pada area sinus, tenggorokan terasa gatal, hingga memperburuk batuk.
7. Makanan dan Minuman Dingin
Minuman dingin, es krim, atau makanan beku memang terasa menyegarkan dan membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Namun, pada sebagian orang, suhu dingin dapat membuat tenggorokan lebih sensitif dan memicu rasa tidak nyaman.
Ketika saluran pernapasan sedang mengalami peradangan, konsumsi makanan dingin berpotensi memperkuat refleks batuk atau membuat iritasi terasa lebih lama.
Pada akhirnya, reaksi tubuh terhadap makanan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Jika suatu makanan membuat gejala batuk atau pilek semakin berat, sebaiknya dikurangi sementara hingga kondisi tubuh kembali membaik.
SUMBER: Batuk tak kunjung reda? Bisa jadi 7 makanan ini penyebabnya

